
Gerejalazarussoe.com, Jemaat Lazarus Soe merayakan Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga dengan ibadah yang menggabungkan kekayaan budaya lokal, memaknai bulan mei sebagai bulan budaya dan bahasa dalam Nuansa Etnis sikka dan Ende Lio. Ibadah pukul 07.00 wita yang di pimpin oleh Pdt. Tamar E. Djahimo-Nahum, S.Si, pada kamis, 29 Mei 2025.
Ibadah dimulai dengan prosesi tarian adat Flores dan persembahan natura khas Flores ( Padi, Gaplek, Pisang, Kopi, Tebu, Kelapa, Ubi ) yang dibawakan oleh UPP Kategorial pengurus Lansia dari Rayon 1 hingga Rayon 11. Para petugas liturgi, yang terdiri dari perempuan-perempuan GMIT dari masing-masing rayon, mengenakan pakaian adat Flores lengkap dengan kain tenun ikat
“Puan telu nau tonen” adalah sebuah ungkapan dalam bahasa setempat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dan seringkali digunakan untuk menggambarkan suatu pesan moral atau nilai-nilai penting dalam masyarakat. Secara harfiah, “puan” berarti “perempuan”, “telu” berarti “tiga”, “nau” berarti “di” atau “pada”, dan “tonen” berarti “perintah”. Jadi, “Puan telu nau tonen” dapat diterjemahkan sebagai “Tiga perintah dari perempuan”.
Ungkapan ini sering kali digunakan untuk menjelaskan berbagai ajaran moral atau nilai-nilai penting yang diajarkan oleh masyarakat kepada anak-anak atau generasi muda. Perempuan, dalam konteks ini, dianggap sebagai sosok yang memberikan ajaran moral dan nilai-nilai yang penting bagi kehidupan masyarakat, dan “tiga perintah” (atau “tiga nilai”) mengacu pada beberapa prinsip atau nilai yang paling menonjol dalam ajaran tersebut.
Hari Kenaikan Yesus Kristus menjadi salah satu hari terpenting dalam agama Kristiani yang setara dengan Hari Paskah dan Hari Raya Natal. Pasalnya, hari tersebut menjadi pengingat akan kemenangan Yesus atas kematian dan kenaikan-Nya ke surga, serta menandakan dimulainya era baru dalam sejarah manusia.

Apa itu Hari Kenaikan Yesus Kristus?
Dalam tradisi Kristen, peristiwa ini adalah momen penting yang menandai naiknya Yesus ke surga pada hari ke-40 setelah kebangkitan-Nya dengan Paskah sebagai hari pertama. Sama halnya dengan Natal dan Paskah, Hari Kenaikan Yesus Kristus juga dirayakan secara universal di kalangan umat
1. Yesus Naik ke Surga untuk Menyediakan Tempat Tinggal
Manusia tinggal di dunia yang sementara. Melalui Kenaikan-Nya ke surga, Yesus menawarkan janji bahwa surga akan menjadi tempat kekal bagi mereka yang mempercayai-Nya. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Yohanes 14:1-3.
Tuhan Yesus memberikan pengharapan melalui kenaikan-Nya ke surga. Tuhan Yesus berkata, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu.” (Yohanes 14:1-3)
2. Yesus Naik ke Surga untuk Memberikan Kuasa
Kenaikan Yesus Kristus menandai pentingnya peran Roh Kudus yang memberdayakan manusia untuk memberikan kesaksian tentang kelahiran, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus. Hal ini tertuang dalam Kisah Para Rasul 1:8.
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

3. Yesus Naik ke Surga untuk Memberikan Pengharapan dan Kepastian
Dalam menanti kedatangan Yesus yang kedua kalinya, iman dan harapan menjadi aspek penting. Yesus akan kembali untuk mengadili umat manusia dan memperlihatkan kuasa-Nya yang luar biasa. Hal ini seperti dicantumkan dalam Kisah Para Rasul 1:11.
“Dan berkata kepada mereka: ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga
Hari Kenaikan Tuhan Yesus bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momen reflektif yang memperkuat iman, harapan, dan kasih. Ibadah ini ditutup dengan doa bersama dan Prosesi tarian Flores.
